- BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)
- Bahan Ajar BIPA Sahabatku Indonesia
- Materi Pengayaan
- Mustakim. (2014). Bentuk dan Pilihan Kata. Kemdikbud: Jakarta.
- Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka. (2014). Kalimat. Kemdikbud: Jakarta.
- Djoko Kentjono. (2017). “Awalan Me-/Men-/Meng- + S- atau Meng-?” Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), pp. 147-165.
- Dendy Sugono dkk. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
- Yudhistira. (2021). Konjungsi Koordinatif, Korelatif, Subordinatif, dan Antarkalimat. Narabahasa
- Hendy Yuniarto. (2018). Pengantar Sastra Indonesia untuk Mahasiswa Asing.
=================================================================
- Menulis Kreatif
- Nugraha, D. (2023). Chairil Anwar: Rabun Sastra, Hayat, & Stilistika. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
- Hasanah dan Siswanto. (2019). Mengenal Proses Kreatif Sastrawan Indonesia. Malang: Cakrawala Indonesia.
- Rina Ratih. (2019). Puisi Penyair Perempuan Indonesia dan Proses Kreatifnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Nursalim, Risnawati, & Mubarok. (2020). Penulisan Kreatif. Tangerang Selatan: Unpam Press.
- Ahyar, J. (2019). Apa Itu Sastra: Jenis-Jenis Karya Sastra dan Bagaimanakah Cara Menulis dan Mengapresiasi Sastra. Sleman: Deepublish Publisher.
- Sumaryadi, Yetti, & Pradoko. (2019). Proses Kreatif dalam Seni Pertunjukan: Drama, Tari, Musik. Yogyakarta: CV. New Transmedia Yogyakarta & AP2SENI.
- Margantoro dkk. (2012). Proses Kreatif Penulisan dan Pemanggungan (Bergelut dengan Fakta dan Fiksi). Yogyakarta: Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Ahmad Tohari dkk. (2018). Menepis Sunyi Menyibak Batas: Proses Kreatif Sastrawan Jawa Tengah. Semarang: Balai Bahasa Jawa Tengah.
- Noor, R. (2015). Proses Kreatif Pengarang Chicklit dan Teenlit Indonesia. HUMANIKA, vol. 22, no. 2, pp. 10-24.
- I Wayan Artika. (2023). Proses Kreatif dan Cerpen Saya. Depok: Rajawali Pers.
===================================================================
- Sejarah Sastra Indonesia
- Rujukan utama
- Agus Setiyono, Parimin, & Retno Winarni. (2009). Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia 3: Untuk SMA/MA Kelas XII Program Studi IPA dan IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional – Periodisasi Sastra Indonesia – hlm. 173-180
- Rosida Erowati & Ahmad Bahtiar. (2011). Sejarah Sastra. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah – Sastra Periode 98 hlm. 86
- Siti Gomo Attas. (2018). Sastra Klasik. Jakarta: UNJ Press.
- Naibaho dkk. (2022). Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: Widina Bhakti Persada.
- Ied V.R. Sitepu. (2013). Modern Indonesian Poetry and Short Stories. Manila: the University of Santo Tomas.
- Wiyatmi. (2018). Novel Indonesian Periode 2000-an dari Genre Realis, Posmodernis, Feminis, Autobiografis, dan Ekofeminis. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
- Sudarmoko. (2017). Regionalisme Sastra Indonesia. Padang: Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK), Universitas Andalas.
- Dendy Sugono (ed.). (2003). Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
- J.J. de Hollander. (1984). Pedoman Bahasa dan Sastra Melayu. Jakarta: Balai Pustaka.
- Apri Kartikasari HS & Edy Suprapto. (2018). Kajian Kesusasteraan (Sebuah Pengantar). Magetan: CV AE Media Grafika.
- Indra Sarathan. (2018). Permasalahan Penulisan Sejarah Kesusastraan Indonesia. Kandai, Vol. 14, No. 2, hlm. 169-180.
- Ahmad Bahtiar. (2013). Menafsir Ulang Awal Sastra Indonesia Modern. Konferensi Internasional Kesusasatraan (KIK) XXVII, Kepulauan Bangka Belitung, 20— 22 September 2018, “Sastra Menanamkan Harmoni Kehidupan,” hlm. 56-71.
- Sulaiman & Priyono Tri Febrianto. (2017). Penyusunan Peta Sastra melalui Penelusuran Jejak Sastra Indonesia sebagai Identitas Bangsa Berkarakter. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik (Unair), Vol. 30, No. 2, hlm. 121-132.
- Dipa Nugraha & Suyitno. (2019). On the beginning of modern Indonesian literature. Humanities and Social Sciences Reviews, Vol. 7 No. 6 (2019), hlm. 604-616.
- Andi Muhammad Junus & Andi Fatimah Junus. (2016). Sejarah Perkembangan Sastra Indonesia. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
- Muhri. (2016). Sejarah Ringkas Kesusasteraan Indonesia. Bangkalan: Yayasan Arraudlah Bangkalan.
- Harjito. (2007). Potret Sastra Indonesia. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.
- Nenden Lilis A. (12 April 2008). Adakah (Perlukah) Periodisasi Sastra Populer? Khazanah – Harian Umum Pikiran Rakyat.
- Yulia Esti Katrini. (2006). Periode dan Angkatan dalam Sejarah Sastra Indonesia. Jurnal Makalah Ilmiah Inovasi Universitas Tidar Magelang, Vol. 23, No. 2, hlm. 233-240.
- Ariel Heryanto. (1985). Perdebatan Sastra Kontekstual. Jakarta: CV. Rajawali.
- Basri Amin. (2019). H.B. Jassin dan Gema Gorontalo. Bone Bolango: Kantor Bahasa Gorontalo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Pusat Bahasa. (2006). Sutardji Calzoum Bachri: Sastrawan Indonesia Penerima Anugerah Mastera Tahun 2006. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
- Oemarjati, Boen S. (1979). Social Issues in Recent Indonesian Literature. Southeast Asian Affairs, pp. 134–41.
- Rujukan utama
===========================================================
- Bahasa Indonesia untuk Karya Tulis Ilmiah
- Rujukan utama
- Nasucha, Y., Rohmadi, M., & Wahyudi, A.B. (2018). Bahasa Indonesia untuk penulisan karya tulis ilmiah. Yogyakarta: Media Perkasa.
- Materi pengayaan
- Kridalaksana, Harimurti. (2010). Masa-masa awal bahasa Indonesia. Depok: Laboratorium Leksikologi dan Leksikografi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
- Kridalaksana, Harimurti (ed.). (1991). Masa Lampau Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
- Badan Bahasa – Keputusan Kongres Bahasa Indonesia I-IX
- Supardi, Nunus. (2003). Kongres Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
- Buku-buku panduan penulisan artikel ilmiah dan proposal penelitian ilmiah – Wisnu Jatmiko – Universitas Indonesia
- Lukman Ali. (1998). Ikhtisar Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
- Wildan dkk. (2017). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Palembang: BKS- PTN BARAT.
- Rujukan utama
===========================================================
- Stilistika
- Teguh Supriyanto. (2009). Penelitian Stilistika dalam Prosa. Jakarta: Pusat Bahasa.
- Rachmat Djoko Pradopo. (1985). Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern. Jakarta: Pusat Pembinan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Sonia Zyngier. (2001). Towards a cultural approach to stylistics. Cauce, 24, hlm. 365-380.
- Dipa Nugraha. (2023). Chairil Anwar: Rabun Sastra, Hayat, & Stilistika. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
===========================================================
- Teori Sastra
- Dipa Nugraha & Suyitno. (2021). Kritik dan Penelitian Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
- Dipa Nugraha & Suyitno. (2022). Kritik dan Penelitian Sastra Edisi Kedua. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
- Budi Darma. (2004). Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
- Sapardi Djoko Damono. (1978). Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Murray Krieger. (1976). The Theory of Criticism. Maryland: John Hopkins University Press.
- Tirto Suwondo. (2003). Studi Sastra: Beberapa Alternatif. Yogyakarta: Hanindita.
============================================================
- Pengkajian Fiksi Indonesia
- Rujukan utama
- Ignasi Ribó. (2019). Prose Fiction: An Introduction to the Semiotics of Narrative. Cambridge: Open Book Publishers.
- Nurgiyantoro, B. (1995). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Taum Yoseph Yapi. (1997). Pengantar Teori Sastra. Ende: Penerbit Nusa Indah.
- Wardani, E.N.E. (2009). Makna totalitas dalam karya sastra. Surakarta: LPP UNS dan UNS Press.
- Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Antropologi Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
- Asriningsari, A. & Umaya, N.M. (2016). Jendela Kritik Sastra Indonesia. Semarang: Lontar Media.
- Sari, R.H. (2023). Apresiasi Sastra Indonesia, Puisi, Prosa dan Drama. Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.
- Sri Widayati. (2020). Buku Ajar Pengkajian Prosa Fiksi. Kota Baubau: LPPM Universitas Muhammadiyah Buton Press.
- Didipu, H. (2021). Kritik Sastra: Tinjauan Teori dan Contoh Implementasi. Yogyakarta: Zahir Publishing.
- Waluyo, H.J. (1994). Pengkajian cerita fiksi. Surakarta UNS Press.
- Pradopo, R.D. (1994). Prinsip-prinsip kritik sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada Universit Press.
- Sugihastuti & Suharto. (2005). Kritik sastra feminis: teori dan aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Hardjana, A. (1994). Kritik sastra: sebuah pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
- Ahyar, Juni. (2019). Apa Itu Sastra: Jenis-Jenis Karya Sastra dan Bagaimanakah Cara Menulis dan Mengapresiasi Sastra. Sleman: Deepublish.
- Herman Didipu. (2019). Teori Naratologi Gérard Genette (Tinjauan Konseptual). Telaga Bahasa, Vol. 7, No. 2, hlm. 163-171.
- Wiyatmi. (2013). Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
- Tri Wahyudi. (2013). Sosiologi Sastra Alan Swingewood, Sebuah Teori, Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, Vol. 1, No. 1, hlm. 55-61.
- Sapardi Djoko Damono dkk. (2007). Absurdisme dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas.
- Endraswara, S. (2011). Metodologi penelitian sosiologi sastra. Yogyakarta: CAPS.
- Sapardi Djoko Damono. Perubahan Sosial-Budaya yang Tercermin di dalam Sastra & Nirwan Dewanto – Adakah Bangsa di dalam Sastra
- Harjito. (2006). Melek Sastra. Semarang: Kontak Media.
- Riris K. Toha-Sarumpaet. (2010). Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.
- Damono, S.D. (1978). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud.
- Materi pengayaan
- Baihaqi, M.A. Imran, & Hadi Sutrisno. (2020). Sastra sebagai Enlightenment dalam Antologi Cerpen- Cerpen Sufisme Danarto. Pasuruan: CV Penerbit Qiara Media.
- S. Amran Tasai. (2003). Bahan Penyuluhan Sastra: Sastra Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
- Aart van Zoest. (1990). Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. Jakarta: Intermasa.
- Nugraha, D. & Suyitno. (2019). Representasi feminisme Islam dalam novel-novel karya Abidah El Khalieqy. Litera, Vol. 18, No. 3, hlm. 471-490.
- Dewanto, N. (2011). “Situasi Chairil Anwar.” Dalam Anwar, C., Aku ini binatang jalang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Zulfahnur Z.F. (2014). Teori Sastra. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
- Dendy Sugono. (2003). Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern. Jakarta: Pusat Bahasa.
- Friedman, N. (1955). Point of View in Fiction: The Development of a Critical Concept. PMLA, 70(5), 1160.
- Al-Ma’ruf, A.I. & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian sastra: Teori dan aplikasi. Surakarta: CV Djiwa Amarta Press.
- Suhariyadi. (2014). Pengantar ilmu sastra. Lamongan: Pustaka Ilalang.
- Wiyatmi. (2011). Psikologi Sastra: Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
- Suwardi. (2011). Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
- Nurgiyantoro, B. (1994). “Teori Semiotik dalam Kajian Kesastraan,” Cakrawala Pendidikan, No. 1, Th. XIII, hlm. 51-66.
- Buana, C. (2009). “Sejarah, Teori, dan Aplikasi Kritik Sastra Feminis.” Buletin Al-Turas, Vol. 15, No. 3, hlm. 257-278.
- Haniah. (2007). Dari Rekonstruksi ke Refleksi: Apresiasi Susastra dengan Kajian Hermeneutik. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas.
- Muliadi. (2017). Buku Ajar Telaah Prosa (Sebuah Terapan). Makassar: De La Macca
- Ardi, H.; Al Hafizh, M. & Arianto, M. A (eds.). (2020). Kurnia dalam Bahasa: Pengkajian Bahasa, Sastra, Budaya, & Pengajarannya. Yogyakarta: Erhaka Utama. [contoh penerapan Strukturalisme Genetik, Kajian Ideologi dalam Karya Sastra, Kajian Pascakolonial]
- Zaim, M dkk. (eds.). (2020). Ikhtiar dalam Bahasa: Pengkajian Bahasa, Sastra, Budaya & Pengajarannya. Padang: UNP Press. [contoh Kajian Relasi Kuasa Ideologi]
- Jamil Bakar dkk. (1985). Pemahaman Salah Asuhan. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Departemen P & K.
- Rujukan utama
=============================================================
- Cerita Pendek Indonesia
- Satyagraha Hoerip. (1979). Cerita Pendek Indonesia I. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Satyagraha Hoerip. (1979). Cerita Pendek Indonesia II. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Satyagraha Hoerip. (1979). Cerita Pendek Indonesia III. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
=============================================================
- Perencanaan Pembelajaran & Evaluasi Pembelajaran
- Rujukan Utama
- Farida Jaya. (2019). Perencanaan Pembelajaran. Medan: UIN Sumatera Utara.
- Muhammad Afandi, Evi Chamalah, & Oktarina Puspita Wardani. (2013). Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: Unissula Press.
- Sakila. (2019). Pembelajaran Teks Cerita Imajinasi Berbasis HOTS. Mabasan, Vol. 13, No. 2, Desember 2019, hlm. 209-230.
- Krathwohl, D. R. (2002). A revision of Bloom’s taxonomy: An overview. Theory into practice, 41(4), 212-218.
- Wilson, L. O. (2016). Anderson and Krathwohl–Bloom’s taxonomy revised. Understanding the New Version of Bloom’s Taxonomy.
- Hilda E. Ollmann. (1996). Creating Higher Level Thinking with Reading Response. Journal of Adolescent & Adult Literacy, Vol. 39, No. 7, hlm. 576-581.
- Wiwik Setiawati dkk. (2019). Buku Penilaian Berorientasi HOTS. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Fink, L. D. (2003). What is “Significant Learning”?. University of Oklahoma Significant Learning Website, Program for Instructional Innovation at the University of Oklahoma.
- O’Neill, G., & Murphy, F. (2010). Guide to taxonomies of learning.
- O’Neill, G. (2015). Curriculum design in higher education: Theory to practice. Dublin: University College Dublin.
- Nurdyansyah, N., & Fahyuni, E. F. (2016). Inovasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
- Asrul, A., Ananda, R., & Rosnita, R. (2015). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Ciptapustaka Media.
- Barell, J. (2010). Problem-based learning: The foundation for 21st century skills. In 21st century skills: Rethinking how students learn, 175-199. Solution Tree Press.
- Riyanti, A. & Setyami, I. (2017). Penggunaan media pembelajaran sastra bagi guru bahasa Indonesia. Jurnal Retorika, Volume 10, Nomor 2, Agustus 2017, hlm. 106-111.
- Artika, I. W. (2015). Teori dalam Pengajaran Sastra. PRASI, 10(19).
- Bachrudin Musthafa. (2008). Teori dan Praktik Sastra dalam Penelitian dan Pengajaran. Bandung & Jakarta: Sekolah Pascasarjana UPI dan New Concept Education Centre.
- Retno Hendrastuti. (2013). Sastra Terjemahan sebagai Bahan Penunjang Pengajaran Sastra. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia 2013, Universitas Muhammadiyah Surakarta, hlm. 261-277.
- Farikah & Imam Baihaqi (eds.). (2018). Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Masa Kini Melalui Perspektif Budaya Kelisanan Dan Gerakan Literasi. Yogyakarta: Anom Pustaka.
- Rujukan Utama
===========================================================
- Pengkajian Drama Indonesia
- Rujukan utama
- Sumarjo, Yakob (2004). Perkembangan teater modern dan sastra drama Indonesia. Bandung: STSI Press.
- Rendra, W. S. (1976). Tentang bermain drama: Catatan elementer bagi calon pemain. Jakarta: Pustaka Jaya.
- Damono, S.D. dkk. (2005). Membaca Romantisme Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
- Yusriansyah, E. (2023). Pengantar Drama: Teori, Sejarah, dan Perkembangannya. Samarinda: Mulawarman University Press.
- Oemarjati, B. S. (1971). Bentuk lakon dalam sastra Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.
- Seputar Teater Indonesia
- Suroso. (2015). Drama: Teori dan Praktik Pementasan. Yogyakarta: Penerbit Elmatera.
- Tato Nuryanto. (2014). Mari Bermain Drama Kebahagiaan Sejati. Cirebon: Syariah Nurjati Press.
- Endraswara, S. (2011). “Penelitian Sosiologi Teater.” dalam Endraswara, S. Metodologi Penelitian Sosiologi Sastra. Yogyakarta: CAPS.
- B. Rahmanto. (1988). Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
- S.R.H. Sitanggang, Zaenal Hakim, Puji Santoso. (1997). Citra Manusia dalam Drama Indonesia Modern. Jakarta: Departemen P & K.
- Ariel Heryanto. (1982). Teater di Indonesia. Basis, XXXI (11), hlm. 422-433.
- Suwardi. “Seluk Beluk Drama.”
- Tatang Abdulah & Ipit Saefidier Dimyati. (2015). Dinamika Teater Modern Di Bandung 1958 – 2002, Panggung: Jurnal Seni Budaya, Vol 25, No 2, hlm. 150-163.
- Herry Mardianto. (2011) Dinamika Perkembangan Teater Modern Indonesia di Yogyakarta, Widyaparwa, Vol 39, No 2, hlm. 105-116.
- Sahrul N. (2011). Estetika Teater Modern Sumatra Barat. Mudra, Vol. 26, No. 2, hlm. 211-219.
- Ridzky Firmansyah Fahmi. (2017). Pembelajaran Naskah Drama melalui Bedah Naskah, Jurnal Forum Didaktik,Vol. I, No. 1, hlm. 33-40.
- Dami N. Toda. (1984). “Teater Baru Indonesia” dalam Hamba-hamba Kebudayaan. Jakarta: Sinar Harapan. hlm. 34-40.
- Riris Kusumawati Toha-Sarumpaet. (1988). “Tiga Lakon dari Jakarta: Indonesia? Ada!” dalam Mursal Esten (ed.) Menjelang Teori dan Kritik Susastra Indonesia yang Relevan. Bandung: Angkasa. hlm. 161-175.
- Mbijo Saleh. (1967). Sandiwara dalam Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung.
- Bakdi Soemanto. (1999). Realisme dalam Jagat Teater. Humaniora, No. 11, hlm. 34-51.
- Yudiaryani. “Membaca Pertunjukan Teatrikal dan Ruang Penonton.”
- Hestu Wreda. (2010). “Pentas Teater di Panggung Sebenarnya.”
- Eko Santosa dkk. (2008). Seni Teater (Jilid 1). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
- Eko Santosa dkk. (2008). Seni Teater (Jilid 2). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
- Fathullah Wajdi. (2017). Implementasi Project Based Learning (PBL) dan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Drama Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Vol. 17, No. 1, hlm. 81-97.
- Lethbridge, S. & Mildorf, J. “Drama.” Dalam Lethbridge, S. & Mildorf, J., Basics of English Studies: An introductory course for students of literary studies in English. Tubingen, Stuttgart, Freiburg: English Departments of the Universities of Tubingen, Stuttgart, Freiburg.
- “Analysis of Drama,” pangloss.de
- Wahyudi, I. (2003). “Drama.” dalam Budiman, M., Wahyudi, I., & Suparta, I.M., Membaca Sastra. Magelang: IndonesiaTera.
- Bunga rampai kumpulan naskah drama untuk anak-anak
- Materi pengayaan
- Sara Connelly. 17 Desember 2014. Aristotle’s Poetics for the Overwhelmed Theatre Student.
- Milch, Robert J. “Critical Essay Aristotle on Tragedy”, Cliffnotes.
- Gascoigne, Bamber. “History of Theatre,” HistoryWorld. From 2001, ongoing. http://www.historyworld.net
- Absurdisme dalam “Sumur tanpa Dasar”
- Absurdisme dalam Teater
- Surealisme dalam “Jeblog”
- Realisme dalam “Mentang-mentang dari New York”
- Realisme dalam Jagad Teater
- Eksistensialisme dan Absurdisme dalam “Aduh,” “Edan,” dan “Dag Dig Dug”
- Epik atau Romantik dalam Pementasan “Opera Tan Malaka”
- Adaptasi Naskah Drama “Les Chaices” kepada “Kereta Kencana”
- Adaptasi Folklore ke Drama dan Realisme Sosial dalam “Mangir”
- Humor dalam “Hikayat Pangeran Jongkok”
- Kritik Sosial dalam “Obrog Owok Owok Ebreg Ewek Ewek”
- Kajian Sosiologis Naskah Drama “Domba-domba Revolusi”
- Upaya Resistensi pada Rezim Represif melalui Sastra Drama
- Analisis Psikologi Naskah Drama “Malam Jahanam”
- Analisis Struktur dan Tesktur Naskah Drama dan Pementasan “Mega-Mega”
- Analisis Struktur dan Tekstur Naskah Drama “Pada Suatu Hari”
- Analisis Struktural Naskah Drama “Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi”
- Analisis Struktural Naskah Drama “Cinduo Mato”
- Analisis Unsur Semiotika Naskah Drama “RT Nol RW Nol”
- Analisis Tanda Naskah Drama “Malam Jahanam”
- Analisis Tindak Tutur dan Gaya Bahasa Naskah Drama “Republik Bagong”
- Analisis Hermeneutik Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Drama “Sumpah Ramaparasu”
- Analisis Penokohan dan Konflik Naskah Drama “Laksamana Hang Tuah”
- Pembelajaran Menulis Naskah Drama Satu Babak
- Pembelajaran Naskah Drama melalui Bedah Naskah
- Menyadur Cerpen Menjadi Naskah Drama
- Pembelajaran Teknik Bermain Drama
- Pembelajaran Drama dengan Demonstrasi dan Peragaan
- Pembelajaran Drama dengan Rotating Roles
- Perancangan Penyutradaraan “Kumandhang Jroning Kumendheng”
- Dramaturgi
- Perkembangan Teater Kontemporer Indonesia 1968 – 2008
- Tentang Teater Modern dan Beberapa Aliran
- Estetika Teater Modern Sumatra Barat
- Estetika dan Aliran Teater
- Ideologi Teater Barat
- Pemikiran Teater Asrul Sani
- Analisis Kesantunan Berbahasa Naskah Drama “Ar Fakhruddin” untuk Pembelajaran SMA
- Analisis Sosiologi Sastra Naskah Drama “Jin ABG” untuk Pembelajaran SMA
- Rujukan utama
Contoh tugas analisis pementasan drama
- Contoh analisis pementasan drama Layla Majnun – Kelompok 4
- Contoh analisis pementasan drama Layla Majnun – Kelompok 5
- Contoh analisis pementasan drama Sindhen – Kelompok 5
===========================================================
- Pengkajian Puisi Indonesia
- Rujukan Utama
- Rachmat Djoko Pradopo. (2009). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Suswandari, M. dan Hatmo, K.T. (2018). Ontologi Puisi. Kebumen: CV. Intishar Publishing.
- Rachmat Djoko Pradopo. (1985). Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern. Jakarta: Pusat Pembinan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Hikmat, A., Puspitasari, N. A., & Hidayatullah, S. (1991). Kajian Puisi. Jakarta: UHAMKA.
- Ambarini Asriningsari & Nazia Maharani Umaya. (2010). Semiotika Teori dan Aplikasi pada Karya Sastra. Semarang: UPGRIS Press.
- Suryami dkk. (2021). Puisi Indonesia Tahun 1950-an. Jakarta: LIPI Press.
- Dipa Nugraha. (2020). “Posisi Pengarang dalam Interpretasi: Pembacaan Dua Sajak Terkenal Sitor Situmorang,” Widyaparwa, Vol. 48, No. 1, hlm. 106-121.
- Dipa Nugraha. (2020). Bertukar Tangkap dengan Raja Penyair Pujangga Baru: Pengaruh Amir Hamzah terhadap Chairil Anwar. Sawerigading, Vol. 26, No. 2, hlm. 149-161.
- Dipa Nugraha, Suwondo, & Suyitno. (2020). Pembacaan berperspektif ekofeminisme atas sajak “isteri” karya Darmanto Jatman. Kandai, Vol. 16, No. 1, hlm. 77-95.
- Dipa Nugraha & Suyitno. (2020). Pendekatan Sastra Bandingan Feminis atas Variasi Gubah Ulang Agni Pariksha Sita dalam Tiga Sajak Indonesia. Atavisme, Vol. 23, No. 1, hlm. 62-74.
- Annisa Lastari. (2017). Pandangan Dunia Pengarang dalam Kumpulan Puisi Blues untuk Bonnie Karya Rendra (Kajian Strukturalisme Genetik). AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol.1, No. 1, hlm. 63-79.
- Saiful Munir. (2013). Diksi dan Majas dalam Kumpulan Puisi Nyanyian Dalam Kelam Karya Sutikno W.S: Kajian Stilistika (Skripsi). Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
- Farah Lies Abdian. (2016). Pemaknaan Struktural pada Kumpulan Puisi Karya Kobayashi Issa (Skripsi). Semarang: Jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Undip.
- Esti Esmiwati. (2013). Pengajaran Sastra.Yogyakarta: Penerbit Ombak.
- Rujukan Utama
- Materi Pengayaan
- Karyawati Rosatina Setyaningsih. (2010). Pembelajaran Apresiasi Puisi di Sekolah Dasar (Tesis). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
- Habiburrahman El Shirazy. (2014). “Berdakwah dengan Puisi (Kajian Intertekstual Puisi-Puisi Religius Taufiq Ismail).” AT-TABSYIR, Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, Volume 2, Nomor 1, Januari – Juni 2014, hlm. 35-56.
- Maman Suryaman & Wiyatmi. (2013). Puisi Indonesia. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
- Ron Padgett (ed.). (1987). The Teachers and Writers Handbook of Poetic Forms. New York: Teachers & Writers Collaborative New York.
- Sartika Sari. (2018). Seroean Kemadjoean: Puisi Pergerakan Perempuan di Sumatra Utara 1919-1941. Yogyakarta: CV. Arti Bumi Intaran.
===========================================================
- Ilmu Perbandingan Sastra (Sastra Bandingan)
- Rujukan Utama
- de Zepetnek, S.T. (1998). Comparative literature: Theory, method, application. Amsterdam: Rodopi.
- Bassnett, S. (1993). Comparative literature: a critical introduction. Oxford, Cambridge: Blackwell.
- Budiman, M. (2005). “Tentang sastra bandingan.” Kalam Vol. 22, hlm. 3-9.
- Tim Penyusun Pusat Bahasa. (2002). Antologi esai sastra bandingan dalam sastra Indonesia modern. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
- Salleh, M.H. (2018). “Comparing Literature and the World,” Advances in Social Science, Education and Humanities Research, volume 263, hlm. 42-49.
- Ida Baizura Bahar. (2010). The Paradigm of Malayness in Literature (Thesis). London: Department of South East Asia, School of Oriental and African Studies – University of London
- Materi pengayaan
- Rujukan Utama
================================================================
- Skripsi (Sastra)
- Rujukan
- Jabrohim (ed.). (2003). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita.
- Ahmadi, A. (2019). Metode Penelitian Sastra. Gresik: Penerbit Graniti.
- Prayitno, HJ. dkk. (2020). Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Keluaran. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
- I Nengah Budiasa dkk. (ed.). (2014). Pengajaran Sastra: Menguatkan Karakter Bangsa. Denpasar: Balai Bahasa Provinsi Bali.
- Rujukan
================================================================
- Gudang (repositori) fail FKIP UMS
- Templat Template Materi Tayang Fail Salindia Presentasi FKIP UMS
- Gudang fail Kemdikbud
- Sejarah HISKI (Pendirian)
- Arsip Nasional Republik Indonesia – Surat Kabar dan Harian
- Ikhtisar Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia
- Koleksi Pindaian Majalah Sastra Horison
- Glosarium Sastra Pusat Bahasa
- Rumusan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran – Asosiasi Program Studi (APS) – Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Indonesia – Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (LPTK – PTM)
- Profil lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMS
- Tracer Study (Pelacakan Alumni) atau Pencarian Alumni UMS
- Zoom UMS
- EDOM UMS
- My UMS